Terkini

Konforwil PWNU Sumsel Kontroversial, Terkesan Hanya Formolitas, Pemilihan Ketua Tahfidz Syarat Intervensi PBNU

×

Konforwil PWNU Sumsel Kontroversial, Terkesan Hanya Formolitas, Pemilihan Ketua Tahfidz Syarat Intervensi PBNU

Sebarkan artikel ini

Palembang, FaktualNews.id – Telah terjadi banyak kejanggalan dalam pemilihan ketua PWNU Sumsel kali ini. Ketua terpilih ternyata berdasarkan hasil dari hak veto PBNU dan mengganti ketua terpilih sebelumnya yang mendapatkan suara terbanyak pada konferwil PWNU pada September 2024 kemarin.(27/02/25)

Selain itu, ketua terpilih sebagai Rais Syuriah menjadi penentu terpilihnya ketua Rais Tanfiziyah dengan menggunakan hak veto sebagai Rais Syuriah tanpa mempertimbangkan aspirasi dari para PCNU di 17 kabupaten.

Masyarakat NU Sumsel semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, sehingga ketua terpilih harus berdasarkan hak veto PBNU dan mengulang kembali Konferwil yang telah menghasilkan ketua terpilih pada September 2024 yang lalu.

Adapun alasan keputusan PBNU yang membatalkan hasil Konferwil pada sebelumnya adalah beralasan bahwa PBNU menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam proses pemilihan Rais Syuriah PWNU Sumsel pada Konferwil sebelumnya.

Dugaan pelanggaran ini berkaitan dengan status Rais Syuriah terpilih KH Dainawi dalam Konferwil ke-23 pada September 2024 kemarin

PBNU menerima laporan bahwa Kyai Dainawi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dengan dicatut sebagai pengurus Wilaya  salah satu partai politik, padahal beliau merasa tidak pernah di konfirmasi untuk menjadi Pengurus Partai tersebut dalam kurun satu tahun terakhir sebelum pemilihan berlangsung.

Tak hanya itu, PBNU juga menerima laporan bahwa surat pengunduran diri yang dibuat para oknum diajukan dibuat dengan tanggal mundur (backdated) dan dijadikan celah pintu masuk untuk konferwil ulang.

Tak hanya membatalkan Konferwil, PBNU juga berencana mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen surat pengunduran diri ini.

Sebagai langkah organisasi PBNU juga memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen ini. Sanksi organisasi terhadap oknum yang terbukti melanggar aturan pun sedang dipertimbangkan.

Masyarakat NU Sumsel menunggu langkah ketegasan yang akan diambil oleh PBNU demi kamaslahatan dan upaya pencemaran nama baik kiyai Dainawi. Hal itu dikarenakan isu pencatutan Kiyai Dainawi sebagai pengurus salah satu partai telah diklarifikasi langsung bahwa Kiyai Dainawi sama sekali tidak pernah terlibat sebagai pengurus partai, namun hanya dijadikan kambing hitam oleh oknum yang ingin menjatuhkan citra Kiyai Dainawi

Laporan : M. Tamsi’i