Adanya Dugaan Penyimpangan dan Mark Up Anggaran Dana Desa di Desa Ketapang II, Ketua LSM Jakor OI Angkat Bicara.

 

 

Faktual News- OGAN ILIR – Terkait pemberitaan dugaan,penyimpangan dan dugaan mark up anggaran realisasi Dana Desa tahun 2022-2023 di Desa Ketapang II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir, membuat Ketua LSM Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Ogan Ilir angkat bicara.

Menurut Ardi Wiranata, S.H Ketua LSM JAKOR Ogan Ilir, ada indikasi dugaan penyimpangan serta dugaan mark up anggaran penggunaan dana desa di Desa Ketapang II Kecamatan Rantau Panjang, seperti pembangunan Jalan Usaha Tani dengan dana sebesar 114 juta lebih di tahun 2022.

 “Dugaan kami ada indikasi penyimpangan dan diduga mark up anggaran pada pembangunan jalan usaha tani tahun 2022 dengan besar anggaran 114 juta lebih,” ucap Ardi pada media IndoFaktual.com, Sabtu (22/07/23).

Ditambahkan Ardi, pada Pengelolaan dan Pemeliharaan Lumbung Desa Ketahan Pangan yang diserahkan kepada masyarakat dengan anggaran sebesar Rp.30.000.000 tahun 2022 diduga tidak jelas, dan pembangunan WC Umum sebanyak 14 unit pada tahun anggaran 2023 dengan biaya 186 juta lebih diduga juga terjadi mark up anggaran,” cetus Ketua LSM Jakor OI.

 “Kami dari LSM Jakor Ogan Ilir akan menindak lanjuti perihal tersebut, agar penggunaan dana desa dapat dipertanggung jawabkan, maka secepatnya kami akan melayangkan Lapdu ke Aparat Penegak Hukum (APH),” tegas Ardi.

Harapan kita ke pihak terkait (APH), untuk memeriksa kembali disemua penggunaan anggaran mulai dari tahun 2020, 2021, 2022 dan 2023 di Desa Ketapang II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir,” pungkasnya. (Kabiro)