Akibat beda kepemimpinan icon kebanggaan pun di jadikan korban.

Faktual.News Empat Lawang. Itulah yang pantas disandang buat segala hasil pemikiran dan jerih payah semasa kepemimpinan H.budi Antoni (HBA) dahulu.

Bagaimana tidak seluruh icon kebanggaan ibu kota empat Lawang tidak ada satupun yang dapat perhatian dari pemerintah sekarang ini.mulay dari jembatan kuning yang dulu Mega dan sangat dibanggakan sekarang jadi semak belukar.

Tugu durian yang dulu sedap dipandang mata kini penuh ilalang.

Tugu empat Lawang yang dulu jadi objek wisata dan tempat ngumpul anak muda kini tinggal kenangan.

Ditambah lagi. jembatan Pulo mas berada di tengah-tengah kota Kabupaten Empat Lawang yakni di Pasar Tebing Tinggi tepat di Depan Kantor Polsek Tebing Tinggi juga tidak luput dari perhatian.

Semua itu dibangun semasa kepemimpinan H.budi Antoni(HBA)tetapi sekarang dibiarkan begitu saja Tampa adanya perhatian atau perawatan sehingga timbul pertanyaan kenapa pemerintah sekarang seperti nya sangat anti denggan hasil pembangunan semasa bupati ,H.Budi Antoni (HBA).

Yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, diperbaharui kembali  Sehingga bisa menarik perhatian masyarakat lainnya untuk menjaga keutuhan jembatan tersebut. 

Sebelumnya, jembatan pasar pulo mas itu menjadi kebanggan masyarakat Tebing Tinggi yang mana dahulunya jembatan itu menjadi tempat kalangan anak muda maupun orang dewasa untuk berfoto selfi, lantaran selain lokasinya pas jembatan itu memiliki penampilan yang menarik untuk berfoto selfi.

” Dulunya jembatan ini tempat orang berfoto selfi, setiap sore pasti ramai dikunjungi, tapi sekarang sudah jarang orang berfoto di jembatan itu,” kata hairul remaja Tebing Tinggi.

Senada yang diungkapkan Hairul, Randi remaja Tebing Tinggi lainnya mengungkapkan dulu nya jembatan ini masuk salah satu icon Empat Lawang, selain tugu emas, tugu buah duren dan jembatan kuning.

” Kalau tidak salah si jembatan ini juga icon Empat Lawang, tapi kenapa tidak dirawat sama halnya dengan jembatan kuning sudah tidak ada warna atau cat nya lagi,” belum termasuk tugu empat Lawang dan tugu duren yang nasib nya sama ucap nya .

Kendati demikian, selaku remaja Tebing Tinggi Empat Lawang berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan kembali objek-objek yang menjadi tempat berkumpulnya (Destinasi wisata) para remaja untuk berlibur di hari minggu jangan dikaitkan dengan politik.

” Ya kami selaku remaja Tebing Tinggi , maunya tempat rekreasi itu di Bagusi bukan nya di biarkan terbengkalai, dari pada remaja kita jalan-jalan keluar daerah meramaikan dan mempromosikan wisata daerah lain mendingan diperbaiki saja objek-objek tempat tongkrongan remaja di Empat Lawang, nantinya bisa berpromosi sendirinya dan memikat remaja daerah lain untuk berkunjung,” imbuhnya.

Lain halnya tanggapan ormas KINProjamin selaku pemerhati lingkungan.

Jelas kalau semua ini menjadi korban politik seperti jembatan kuning,tugu empat Lawang dan tugu duren dikarenakan pembangunan nya dimasa kepemimpinan h.budi Antoni dan sepertinya masa kepemimpinan sekarang sangat anti dengan hasil karya pemimpin sebelum nya.

Menurut kami baik nya jangan lah icon kebanggaan dijadikan korban politik halnya karena beda kepemimpinan apa salah nya kalau icon ini kita pelihara dan lestarikan bukan dibiarkan terbengkalai hanya karena beda kepemimpinannya bukan nya uang yang dibangun kan itu uang rakyat bukan uang nya pribadi Bupati.

Jadi harapan kami kedepannya nanti siapa pun yang jadi bupati hendaknya jangan sampay hasil PEMBAGUNAN dijadikan korban politik juga ucap nya. (ujangabdullah132@gmail.com)