DEMI MENGHIDUPI ANAK DAN KELUARGA DAN SESUAP NASI ( NOVI ). RELA BERJUANG MENCARI RONGSOKAN. DI TENGAH HIRUK PIKUK NYA MALAM KOTA PALEMBANG .

Palembang _ Faktual News.

Sebut saja yang ( Novi ).ibu Dua anak, Dari 4 bersaudara dan yang tinggal di Talang Subur Lapangan Bola. Mata merah Beserta sorang anak balita yang di ketahui adalah anak nya yang duduk di balakang kursi sepeda mini tersebut,  anak nya yang ber usia lebih 2 tahun itu dengan mengendarai sepeda mini.  Rela di setiap malam nya mengumpulkan  barang bekas. 

Dan ia berkorban hanya untuk bertahan hidup mencari rejeki dengan cara mengumpulkan barang – barang bekas dari tong sampah ke tong sampah lain nya, maaf dengan menggunakan sepeda mini yang di bawa dengan cara mendorong sepeda tersebut beserta anak nya yang selalu duduk di bangku belakang sepeda mini tersebut.

Miris nya lagi saat di temui awak media yang secara kebetulan melintas di jalan Re Marta Dinata  ( seputaran Jalan pasar Lemabang ). Kecamatan Ilir Timur II.  Kota Palembang. Pukul 23. Maaf 10 WIB. 

Saat itu terlihat oleh awak media seorang balita yang sedang tertidur dengan kaki ter untai ke bawah, serta dengan tanggan nya berpegangan di kursi ( jok ). Sepeda merasa takut terjatuh awak media mengatakan segera menghampiri Novi ibu dari anak itu, dengan maksud ingin memberi tahukan bahwa si anak sedang tertidur pulas dengan posisi tidur di bangku belakang sepeda tersebut.

Ia menjelaskan saat di mintai keterangan oleh wawak Faktual News. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan rutin di setiap malam nya pada saat malam hari dan berkisar antara pukul 19. 00.WIB ia bersiap untuk kelur ke jalan,  dan beserta anak nya saat melakukan pekerjaan rutin mengumpulkan barang – barang bekas di sepanjang jalan Re, Marta Dinata. 

Yang berakhir di ALFA MART. pasar Labang Kecamatan Ilir timur 2. Kota Palembang. 

Ia menambahkan pekerjaan ini saya lakukan di karena hasrus menangung kehidupan Keluarga,  saya tinggal Mata Merah jugo ( ia tidak menjelakan Rt dan Rw ).  katanya saya tidak tau mas,  saat bersama anak nya.

Suami dan ibu mertua saya dan kmi sekeluarga yang mana kami hidup mencari barang – barang bekas  di keseharian nya karena kami bukan bukan orang yang berada atau berharta dan kami juga bukan orang Berpendidikan atau tidak sekokah sedangkan untuk mencari pekerjaan harus menggunakan pendidikan dan pastilah iya memakai uang dari mana kami mendapatkan nya.

Kami orang yang tidak mampu. Karena itualah kami memilih Bertahun – tahun hidup dengan cara mencari barang rongsokan. Ia berharap agar pemerinta lebih bekerja lagi dan memperhatikan masyarakat kota dan sekitar nya. tegas nya. 

by : Rm Dodi Zulfikri