Demonstrasi didepan Kantor DPRD Sumsel

Faktual.News Palembang Sumsel.Demonstrasi didepan Kantor DPRD Sumsel.Pendemo Minta Pimpinan/Komisi V DPRD Provinsi Sumsel unuk Memanggil Pihak Manajemen Rumah Sakit dan Pecat Direktur RS. Pertamina Prabu.

CACA Sumsel (Mukri CS) bersama mahasiswa beserta putra daerah asal muara enim  mendatangi kantor DPRD Provinsi Sumsel Jumat (8/9) melakukan demonstrasi sebagai sikap kepedulian dan rasa kemanusiaan, menyuarakan aspirasi warga midar muara enim.

Para pendemo dalam selebaran maupun berbagai pamfletya “Mengutuk keras dugaan malpraktik medik terhadap anak 9 tahun yang terjadi di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih”.

Bukan tanpa sebab, kasus anak  9 tahun asal desa midar muara enim ini telah lama terjadi. Seluruh pihak, baik pemerintah muara enim maupun pihak Rumah Sakit Pertamina Prabumulih terkesan melakukann pembiaran atas kondisi yang saat ini dialami oleh anak inisial GM. Penyelesaiannya berlarut-larut. Belum ada tindak lanjut dari pihak RS. Pertamina Prabumulih. Terkesan lepas tanggung jawab. Tanggungjawab kemanusiaan. 

Sungguh tragis nasib anak GM, tidak hanya beban hidup keluarga yang miskin (ekonomi) yang kehidupan sehari-hari kepala keluarga sebagai buruh tani, beban kesehatan dan kesejahteraan pun ikut menjadi hal yang menakutkan. Pasca kejadian dugaan malpraktik dokter RS Pertamina Prabumulih yang dihadapi, kenyataan hari inipun bukan saja gizi buruk, namun ancaman cacat fisik permanen dan gangguan psikis hingga terancam masa depan pendidikan yang suram.

Berbagai kenyataan pahit yang musti dihadapi inilah akhirnya menjadi semangat orang tua GM berjuang mencari keadilan. Keadilan dari rasa aman. Keadilan atas jaminan kesehatan, masa depan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

Dalam keterangan persnya peserta demo mengatakan unjuk rasa yang dilakukan dan yang kami suarakan yakni sebagai sikap kemanusiaan kami. Untuk itulah kami meminta “Pimpinan/ Komisi V DPRD Provinsi Sumsel untuk memanggil semua pihak yang terlibat dalam permasalahan anak 9 tahun ini, baik langsung maupun tidak langsung”, untuk sama-sama duduk bareng menyelesaikan persoalan anak GM ini, mencari jalan keluar yang terbaik untuk rehabilitasi pemulihan kesehatan dan bicara solusi terkait masa depan anak GM.

Para pengunjuk rasa juga meminta kepada Pimpinan DPRD untuk meneruskan aspirasi ini ke Direktur Utama PT. Pertamedika IHC di Jakarta agar “mencopot Direktur RS. Pertamina Prabumulih”  apabila  tidak mampu mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan anak 9 tahun ini. 

Sebagai informasi RS Pertamina Prabumulih kegiatan usahanya dibawah naungan manajemen PT. Pertamina Bina Medika IHC anak perusahaan PT. Pertamina Tbk. yang berkantor pusat di Jakarta. Saat ini Dirut PT. Pertamedika IHC dijabat oleh reporter.

(Rusdi)

Demonstrasi didepan Kantor DPRD Sumsel, Pendemo Minta Pimpinan/Komisi V DPRD Provinsi Sumsel unuk Memanggil Pihak Manajemen Rumah Sakit dan Pecat Direktur RS. Pertamina Prabu

CACA Sumsel (Mukri CS) bersama mahasiswa beserta putra daerah asal muara enim mendatangi kantor DPRD Provinsi Sumsel Jumat (8/9) melakukan demonstrasi sebagai sikap kepedulian dan rasa kemanusiaan, menyuarakan aspirasi warga midar muara enim.

Para pendemo dalam selebaran maupun berbagai pamfletya “Mengutuk keras dugaan malpraktik medik terhadap anak 9 tahun yang terjadi di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih”.

Bukan tanpa sebab, kasus anak 9 tahun asal desa midar muara enim ini telah lama terjadi. Seluruh pihak, baik pemerintah muara enim maupun pihak Rumah Sakit Pertamina Prabumulih terkesan melakukann pembiaran atas kondisi yang saat ini dialami oleh anak inisial GM. Penyelesaiannya berlarut-larut. Belum ada tindak lanjut dari pihak RS. Pertamina Prabumulih. Terkesan lepas tanggung jawab. Tanggungjawab kemanusiaan.

Sungguh tragis nasib anak GM, tidak hanya beban hidup keluarga yang miskin (ekonomi) yang kehidupan sehari-hari kepala keluarga sebagai buruh tani, beban kesehatan dan kesejahteraan pun ikut menjadi hal yang menakutkan. Pasca kejadian dugaan malpraktik dokter RS Pertamina Prabumulih yang dihadapi, kenyataan hari inipun bukan saja gizi buruk, namun ancaman cacat fisik permanen dan gangguan psikis hingga terancam masa depan pendidikan yang suram.

Berbagai kenyataan pahit yang musti dihadapi inilah akhirnya menjadi semangat orang tua GM berjuang mencari keadilan. Keadilan dari rasa aman. Keadilan atas jaminan kesehatan, masa depan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

Dalam keterangan persnya peserta demo mengatakan unjuk rasa yang dilakukan dan yang kami suarakan yakni sebagai sikap kemanusiaan kami. Untuk itulah kami meminta “Pimpinan/ Komisi V DPRD Provinsi Sumsel untuk memanggil semua pihak yang terlibat dalam permasalahan anak 9 tahun ini, baik langsung maupun tidak langsung”, untuk sama-sama duduk bareng menyelesaikan persoalan anak GM ini, mencari jalan keluar yang terbaik untuk rehabilitasi pemulihan kesehatan dan bicara solusi terkait masa depan anak GM.

Para pengunjuk rasa juga meminta kepada Pimpinan DPRD untuk meneruskan aspirasi ini ke Direktur Utama PT. Pertamedika IHC di Jakarta agar “mencopot Direktur RS. Pertamina Prabumulih” apabila tidak mampu mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan anak 9 tahun ini.

Sebagai informasi RS Pertamina Prabumulih kegiatan usahanya dibawah naungan manajemen PT. Pertamina Bina Medika IHC anak perusahaan PT. Pertamina Tbk. yang berkantor pusat di Jakarta. Saat ini Dirut PT. Pertamedika IHC dijabat oleh reporter.

(Rusdi)