Diduga Rahasiakan Anggaran, DP3A Empat Lawang Adakan Kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional.

Fajtual.News Empat Lawang . Diduga merahasiakan pengguanaan keuangan negara, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Kabupaten Empat Lawang tidak mencantumkan rencana kegiatan di Aplikasi Sirup.

Hal tersebut terpantau di Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kabupaten Empat Lawang, DP3A tidak sama sekali mencantumkan rencana kegiatan di Aplikasi Sirup tersebut. 

Padahal diketahui setiap penggunaan keuangan Negara harus transparan agar masyarakat sebagai kontrol sosial, bisa mengawasi penggunaan keuangan yang di gunakan oleh pemangku kepentingan.

Namun kenyataannya, diketahui pada hari ini (Senin, 24 Juli 2023), DP3A melalui bidang perlindungan anak melaksanakan kegiatan memperingati hari anak nasional yang di selenggaran di Hotel Kito Tebing Tinggi.

Merujuk pada surat edaran kepala LKPP RI no 17 tahun 2022 tentang percepatan pelaksanaan pengadaan barang /jasa pemerintah tahun anggaran 2023.

diantaranya, Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah memerintahkan Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan memastikan pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) telah dilaksanakan untuk seluruh belanja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah tanpa terkecuali.

Disisi lain, peraturan undang undang yang mengatur tentang keterbukaan informasi publik telah di atur pada undang undang nomo 40 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik (KIP).

Tentunya dengan tidak menampilkan anggaran yang menggunakan keuangan negara itu sudah melanggar aturan presiden republik Indonesia dan ketua LKPP.

Dengan tidak adanya keterbukaan publik bisa berpotensi tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara, yang mana pemerintah republik indonesia mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat untuk memerangi tindak pidana korupsi.

Sementara Kepala Dinas DP3A Rita Purwaningsih melalui staf bidang Perlindungan Anak Ingrit dikonpirmasi melalui pesan singkat whatsApp mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut bukan perlelangan melainkan peringatan hari Anak Nasional.

“ Hari anak ini momentum peringatan acaranya lomba, tidak ada pengadaan barang dan jasa yang dilelang di sirup”, kata Ingrit.

Saat ditanya apakah kegiatan hari anak nasional tidak menggunakan anggaran ataupun dana?, Ingrit mengatakan kegiatan tersebut menggunakan anggara hanya saja tidak ada proses lelangan.

“ Jelas pakai dana pak, hanya tidak ada proses lelang, maka tidak muncul di sirup. Silahkan mungkin bagian pengadaan barang dan jasa setda yang lebih menjelaskan”, ungkapnya.

Dan lanjutnya, peringatan hari anak nasional  itu jatuh pada tanggal 23 Juli setiap tahunnya dan itu diperingati seusai kemampuan daerah masing-masing.

“ Hari anak nasional tanggal 23 Juli setiap tahun, diperingati sesuai kemampuan daerah masing-masing”, kata Ingrit

Sementara itu Ketua KinProjamin Empat Lawang Ujang Abdulah angkat bicara terkait DP3A tidak mencantumkan rencana kegiatan dan ketransparan pengunaan keuangan Negara di Aplikasi SIRUP.

” Kami minta kepada dinas terkait untuk trasnparan dalam pengunaan keuangan negara, dimana di sirup tersebut sudah jelas pengadaan barang dan jasa. Kegiatan hari anak nasional itu walaupun menurutnya bukan pengadaan barang atau lelang kan kegiatan itu menggunakan jasa. jadi itu anggaran dana kegiatan itu perlu di masukan agar masyarakat bisa memantau penggunaannya sebagai kontrol sosial”, jelas Ujang.

Oleh karena itu, Ujang mengatakan selaku Ormas Kin projamin meminta pepada APH untuk mereview penggunaan anggaran kegiatan hari Anak nasioanl yang dilaksanakan oleh DP3A Empat Lawang.

” Kami meminta kepada APH untuk bisa mereview penggunaan anggaran pada kegiatan peringatan hari anak nasional itu. Agar penggunaan keuangan negara bisa jelas, supaya masyarakat tidak berpikir aneh aneh. Karena lebih baik mecegah dari pada mengobat, dan masalah ini akan kami kawal dan akan kami pantau,” tukasnya. ( Markian)