Dunia Pendidikan Sumsel Tercoreng Oleh Ulah Dugaan Sindikat Guru Di Kayuagung Penggelapan Mobil Rental

FAKTUAL.NEWS, OKI – Tercorengnya dunia pendidikan di Sumsel khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dikarenakan ulah dari guru-guru yang diduga menjadi sindikat Penggelapan mobil rental.

Mirisnya lagi, oknum sindikat Penggelapan mobil rental dilakukan oleh guru-guru perempuan.

Diruang kantornya, Dv Kepala Sekolah SDN 14 Kayuagung turut prihatin terhadap sepak terjang dari guru-guru tersebut.

“Turut prihatin terhadap watak guru-guru tersebut yang pernah juga menjabat Kepala Sekolah sebelumnya, bahkan kami sama sekali tidak tau sepak terjang guru itu sampai berani senekad itu melakukan hal yang penuh resiko mempertaruhkan jabatannya”, ujar DV Kepsek SDN 14 Kayuagung kepada awak media.

Harap DV agar kedepannya jangan ada lagi kejadian serupa yang mencoreng instansi pendidikan.

“Kita berharap kedepannya jangan ada lagi kejadian hal serupa yang bikin malu instansi pendidikan dan keluarga”, tukas DV.

Ditempat terpisah, Korban Endang termakan argumen janji manis para pelaku yang mengatakan kalau mereka PNS tidak mungkin untuk menipu.

“Mereka membuat argumen ke saya kalau tidak mungkinlah mau nipu karena PNS dan supaya yakin dengan mereka (oknum penipu) yang membuat saya tidak waspada lagi”, ujar korban Endang kepada awak media.

Dari hasil pantauan Irawadi Ketua LSM KPK Sumsel bahwa pihak korban masih banyak pertimbangan dan juga masih termakan janji-janji pelaku sehingga tidak melaporkan ke APH.

“Pihak korban masih termakan janji-janji manis para pelaku sehingga tidak melaporkan bahwa mereka adalah korban dari ulah dugaan sindikat tersebut”, tegas Irawadi, Sabtu (29/04).

Irawadi mengatakan salah satu korban yang merupakan ASN di kabupaten Ogan Ilir juga mendapatkan janji-janji manis dari pelaku akan dikembalikan mobilnya yang sudah sebulan belum dikembalikan para pelaku.

“Korban ED merupakan ASN di Kabupaten Ogan Ilir mengatakan dirinya tidak melaporkan ke Polisi karena ada janji akan dikembalikan mobilnya yang sudah sebulan tidak kunjung dikembalikan bahkan rela dihari lebaran Idul Fitri 1444H tanpa mobil dengan mempertimbangkan pelaku merupakan kawan dari istri nya sehingga mau tidak mau menahan diri”, ujar Irawadi.

Dan juga dari informasi yang beredar, bahwa salah satu para pelaku ditahan oleh pihak Polres OKI terkait laporan penggelapan mobil.

Awak media segera konfirmasi ke  Kasatreskrim Polres OKI AKP Jatrat via chat WhatsApp yang mengatakan akan menanyakan penyidiknya dan jika ada STPL akan membantu.

“Untuk detailnya saya harus tanya penyidiknya dulu, kalau ada STPL nya akan sangat membantu”, pungkas singkat Kasatreskrim Jatrat via WhatsApp, Jum’at (28/04).

Sampai berita ini diturunkan belum dipastikan semua para pelaku ditahan di Polres OKI.