Jembatan Gantung Pulau Tengah Desa Bandar Agung Paiker putus, kemanakah Dana bencana alam nya.

Faktual.News Empat Lawang. Disebabkan  membesarnya Sungai Keruh mengakibatkan putus dan tergerusnya jembatan gantung yang terbentang di atas aliran sungai keruh Dusun Pulau Tengah Desa Bandar Agung Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang Sumatra Selatan.

Hampir  80 persen warga melewati jembatan tersebut mengeluh karena kesulitan untuk kekebun apalagi untuk membawa hasil panen. Jangan kan untuk itu warga mau berangkat atau pulang saja melalui proses yang menyedihkan.

Menurut Jumanto salah satu warga setempat menyampaikan, saat ini semua urusan mau pulang atau ke kebun susah, “kalau perginya bisa meskipun melewati separuh jembatan yang masih ada, walaupun sudah ambruk dan miring, tapi kalau ingin membawa hasil panen pikir-pikir dulu” ungkap Jumanto.

Jembatan tersebut di bangun dua sambungan, pertama dibangun 40 meter dan di lanjutkan 40 meter lagi, bangunan 40 meter pertama telah hanyut saat sungai keruh membesar namun saat ini di bagian itu air nya sudah surut hingga dapat di lewati jalan kaki menuju jembatan sambungan berikutnya itupun sudah miring, namun karena itu satu-satu nya jembatan mau tidak mau warga tetap melewatinya meskipun dengan kondisi sulit, mengingat hasil panen seperti kopi, coklat, jagung dan tanaman lain nya sangat penting untuk diselamatkan.

Dengan kondisi ini, kami masyarakat Dusun Pulau Tengah sangat mengharapkan uluran tangan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Empat Lawang Sumsel untuk dapat membangun secepatnya jembatan gantung tersebut agar masyarakat dapat beraktivitas dengan normal seperti biasanya dan dapat mengeluarkan hasil panen dari perkebunan ke Dusun Pulau Tengah.

Kami pun berharap pemerintahan kabupaten empat Lawang hususnya Dinas pekerjaan umum kabupaten empat Lawang agar segera mengatasi dan membangun jembatan kami karena ini satu satu nya akses kami menuju perkebunan ucap Jumanto kepada awak media.

Dilain sisi salah satu ormas pemerhati kebijakan pemerintah yang ada di kabupaten empat Lawang KINProjamin DPC empat Lawang menyikapi, seharusnya ini tangung jawab pemerintah untuk segera mengambil tindakan apalagi sekarang ini lagi musim panen kopi jadi kebutuhan ini sangatlah mendesak jangan selalu beralasan keuangan Daerah lagi kosong bukan kah Pemda mempunyai Dana bencana ALAM..Dana,TAKTIS,,Dana, TAK TERDUGA ,,Serta Dana bagi hasil (DBH)apakah semuanya juga kosong untuk dana ini tidak ada istilah kosong ini sudah menjadi aturan dari pusat jadi bukan alasan pemerintah kalau untuk memperbaiki satu daerah Yang terkena bencana alam harus menunggu APBD ada uangnya itu mustahil karena dana bencana alam tidak ada istilah kosong ucap ketua ormas KINProjamin kepada awak media.

Sementara itu pihak Dinas pekerjaan umum kabupaten empat Lawang saat di kompirmasi tidak ada yang memberikan komentar sampai berita ini kami terbitkan.

By. Ujang