Kerukunan Keluarga Marga Danau menjalani Silaturahmi Perdana, “Membangun Kerukunan Antar Putra dan Putri Asli Marga Danau Pedamaran Menjadi Satu”.

Faktual. News.Palembang Sumsel. Rapat perdana Kerukunan Keluarga Marga Danau di rumah pindang jalan Gubernur H.A Bastari Jakabaring Palembang, (13/8/2023) berjalan sukses dalam rapat perdana tersebut Rosianto Singkip selaku ketua umum dari ormas kerukunan keluarga marga danau menerangkan bahwa kerukunan keluarga marga danau ini sudah dibentuk dari tiga bulan yang lalu dan hari ini Allhamdulillah kita sampai pada rapat yang pertama dan Allhamdulillah juga  seratus persen semua bersemangat mendukung gagasan ormas kerukunan keluarga marga danau ini dengan terbentuknya kerukunan keluarga marga danau ini adalah nantinya akan menjadikan suatu wadah pemersatu silaturahim antar warga Pedamaran atau kita sebut dengan kerukunan keluarga marga danau.

Lanjutnya, nanti di bulan September kita akan melakukan rapat dan serta akan mengadakan silaturahmi akbar yang bertempat di lokasi gedung DPD RI cabang Sumsel, di Jakabaring  yang akan dilaksanakan hari Sabtu 2 September 2023 mendatang Rosianto Singkip juga menunjuk beberapa tokoh tertua yang akan diikutkan ambil bagian dalam kepengurusan sebagai dewan pengurus dan dewan penasehat ormas kerukunan keluarga marga danau tersebut diantaranya  H.Engga Dewata S.sos, H.Supardi As, Fanani Affata, H.Arifa’i, H.Gunadi Sahari, DRA Sahlan Samsu, H.Darmadi, DRA .H Saipul Bahri, H.Aripin Anwar. Dorman Damar Wijaya.

Dan Rosianto Singkip, sendiri  akan segera berkunjung  bersilaturahmi kepada kesepuluh tokoh yang akan didudukan sebagai dewan penasehat ormas kerukunan keluarga marga danau tersebut di selah rapat tersebut juga dihadiri oleh Riski Saputra dan parah senior di antaranya Harham Black (uju saimi) dan parah senior yang lain nya.

Diselah itu juga Fanani Affatah menerangkan dengan adanya kerukunan keluarga marga danau ini kita akan kembali menggali sejarah Marga Danau Pedamaran itu sendiri mulai dari kakek moyang kita sejarah marga danau Pedamaran itu harus dilestarikan yang dulu banyak kearifan lokal masyarakat pedamaran kini mulai beranjak sedikit demi sedikit mulai menghilang, ungkapnya.

Reporter (Rusdi)