Mantan Kasatreskrim Empat Lawang AKP M Tohirin Sisakan Tunggakkan Sejumlah Kasus Pidum, Pidsus dan Pidkor.

Faktual.News Empat Lawang . – Kasatreskrim Polres Empat Lawang  AKP M Tohirin bersama Kanit 2 Reskrim Polres Empat Lawang IPDA Febri Yudhaprawira dimutasi.

Mereka kini menjadi Pama Yanma Polda Sumsel. Posisi Tohirin kini di gantikan oleh AKP Alpian SH

Meski telah “pergi”, perwira balok tiga di pundak ini meninggalkan sejumlah utang kasus Tindak Pidana khusus, Umum maupun tindakan pidana korupsi (Pidsus, Pidum dan Pidkor).

Dari catatan awak media setidaknya ada tiga kasus yang belum terselesaikan. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Kasus Penembakan Aktivis Oleh OTD.

Kasus penembakan terhadap aktivis  Ketua Ormas KinProjamin Empat Lawang Ujang Abdullah yang ditembak oleh orang tak dikenal dirumahnya pada tahun 2022 lalu dan telah melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polres Empat Lawang.

Diketahui korban bernama Ujang Abdullah (46) warga Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi. Ia diduga ditembak orang tidak dikenal (OTD) di rumah korban, Jum’at (17/6/2022) pagi, sekitar jam 5.00 WIB.

2. Mobil Bodong Gunakan Pelat Palsu Milik Oknum Wartawan Televisi.

Kasus Mobil suzuki ertiga milik oknum wartawan televisi yang bertugas di Empat Lawang yang mencatut pelat nomor polisi milik mobil salah satu ASN di Empat Lawang akhirnya disita satreskrim polres Empat Lawang, 10 Juli 2023 lalu.

Terpantau mobil suzuki ertiga milik oknum wartawan televisi tersebut terparkir di halaman Mapolres Empat Lawang dengan pelat nomor polisi yang telah berubah sejak kemarin (Minggu).

Dimana sebelumnya, pelat nomor mobil tersebut bernopol BG 1982 S yang merupakan pelat mobil milik Honda HRV salah satu ASN di Empat Lawang. Sedangkan pelat asli mobil suzuki ertiga milik oknum wartawan televisi tersebut bernopol D 1502 ZL.

Dari penelusuran wartawan melalui aplikasi Sambara (Samsat Mobile Jawa Barat), diketahui mobol suzuki ertiga tersebut telah mati pajak selama 6 tahun lama nya dimana total denda pajaknya sebesar 9.269. 500. Dan pembayaran harus dilakukan di samsat induk di Jawa Barat.

Namun hingga sampai saat ini, mobil tersebut masih terparkir dihalaman belakang Polres Empat Lawang dan belum dilimpahkan ke kejaksaan negeri Empat Lawang.

3. Kasus Dugaan Pungli SMAN1 Tebing Tinggi.

Kasus Dugaan pungli di SMAN1 Tebing Tinggi. Sebuah video pengakuan kontroversial dari seorang kepala sekolah di SMAN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan, telah memicu kehebohan di media sosial dan masyarakat.

Dalam video yang telah menjadi viral, kepala sekolah tersebut, Ajriyanto, dengan tegas mengakui bahwa pihak sekolah telah mengumpulkan dana dari wali murid dengan alasan yang menimbulkan keraguan, yakni untuk membeli mobil dinas dan merehabilitasi musala di lingkungan sekolah.

Video tersebut menyebabkan reaksi yang sangat beragam dari masyarakat, dengan banyak pihak merasa prihatin dan kecewa atas dugaan pungutan dana oleh pihak sekolah.

Dan dugaan kasus pungli ini telah dilapotkan oleh Ormas KinProjamin Empat Lawang ke Satreskrim Polres Empat Lawang.

Itu sederet “utang” Bekas Kasatreskrim Polres Empat Lawang yang diketahui belum terselesaikan.

Sementara untuk mengetahui hal tersebut, Tim mencoba menghubungi Kasi Humas Polres Empat Lawang IPTU Salpia Waldi terkait apakah kasus-kasus tersebut akan terus ditindak lanjuti atau dihentikan. Namun Kasi Humas belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. ( by Markian )