ORMAS KINProjamin DPC empat Lawang menduga aroma koropsi pada tiga sekolah menengah pertama(SMP) kecamatan paiker.

Faktual . News Empat Lawang. Ormas KINProjamin DPC empat Lawang  menduga terjadi KKN di tiga sekolah menengah pertama (SMP)2 3 4 kecamatan pasma air keruh Kabupaten Empat Lawang.

Pasalnya, Tiga kepala SMP negeri 2 3 4 kecamatan pasma air keruh pilih bungkam,dan mengabaikan surat kompirmasi yang dikirim ke sekolah tersebut  tentang realisasi dana APBN BOS reguler yang besaran ratusan juta sejak tahun 2021 dan 2022.

Ujang Abdullah ketua DPC KINProjamin empat Lawang mengaku pernah melayangkan surat kompirmasi kepada tiga sekolah menengah pertama tersebut beberapa mingu yang lalu  namun sangat di sayangkan tidak mendapat jawaban dari surat kompirmasi tersebut .

Adapun dugaan terjadinya Korupsi pada tiga sekolah menengah pertama kecamatan pasema air keruh adalah dalam.hal pengunaan dana bantuan operasional sekolah(BOS)yang kami nilai tidak transparan dan terbuka dalam penggunaan serta penerapan di lapangan.

Sebagai mana kita ketahui kalau jumlah kisaran per siswa untuk sekolah menengah pertama atau SMP per murid atau per kepala menerima satu juta seratus ribu rupiah(1.100.000 ) terapi dalam penerapan nya terdapat banyak sekali penyimpangan yang disalah gunakan oleh oknum kepala sekolah.

Untuk itu kami dari ormas KINProjamin DPC empat Lawang bersama aliansi lembaga meminta kepada APH untuk mengaudit atau menindak lanjuti perihal pengunaan dana BOS pada tiga sekolah tersebut diatas.

Saya akan terus mencari data fakta pelanggaran pada tiga sekolah tersebut ucap ujang.

Selanjutnya akan melaporkan hal ini kepada Dinas pendidikan dan mendesak pihak APH untuk megusut indikasi dugaan koropsi pada tiga sekolah menengah pertama(SMP)2.3.4.kecamatan Pasemah air keruh ini.

Apabila kami temukan indikasi koropsi nya maka kami selaku ormas pemerhati pendidikan DPC empat Lawang bekerja sama dengan DPP KINProjamin meminta ketiga oknum kepala sekolah tersebut di proses secara hukum agar memberikan efek jera buat yang lain nya. (uj)