PENDAMPING DAN KPM PKH ADAKAN PERTEMUAN DI KANTOR LURAH KEMANG AGUNG.

Faktual.News_Palembang Pertemuan Pendamping KPM / PKH membahas UU No 13 Tahun 2011 dan Permensos No 3 Tahun 2021,semua program bantuan dan pemberdayaan pemerintah dalam rangka penanganan fakir miskin harus berdasarkan Data Terpadu kesejahteraan Sosial ( DTKS ). Sedangkan DTKS berbasis data kependudukan. Pada dasarnya pengusulan untuk masuk dalam DTKS ataupun pengusulan menjadi Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) bansos yang merupakan program reguler.

Kementerian Sosial RI ( Sembako, PKH, PBI ) merupakan kewenangan pemerintah daerah Kabupaten/Kota bersama pemerintah lingkup terkecil yaitu desa / kelurahan, ungkap yustina hamdi wakil Korcam Kecamatan Kertapati Kota Palembang.Artinya, setiap lurah dapat mengusulkan warga yang tidak mampu dan membutuhkan di wilayahnya untuk masuk DTKS dan mengakses bantuan.

Apabila ada warga yang merasa kurang mampu dan membutuhkan akses bansos namun belum masuk dalam DTKS, atau sudah ada dalam DTKS namun belum pernah diusulkan untuk mendapatkan bansos, dapat melaporkan diri melalui unsur pemerintah terkecil di wilayahnya ( RT / RW /Kepala Dusun / Lurah ) agar dapat diusulkan sebagai KPM bansos. Apabila pengusulan sudah dilakukan dari kelurahan, selanjutnya akan ada kunjungan rumah dalam rangka verifikasi kelayakan keluarga tersebut sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh Menteri Sosial RI.

Pengesahan akhir dilakukan setiap menjelang periode salur bansos, dan merupakan kewenangan Menteri Sosial. Seseorang akan dinyatakan sah sebagai KPM apabila data-data usulan telah melalui proses validasi dan terverifikasi layak menjadi penerima bansos,jadi pendamping PKH bukan pendata, tapi pelaksana program yang mendapat data olahan dari Pemerintah Pusat untuk di tindak lanjuti dan di sesuaikan apakah memang ada orang dan apakah mempunyai komponen atau syarat sebagai penerima PKH  . Pertemuan ini di hadiri Lurah kemang agung Ade Firmansyah SE,

kasi Kesos Budi, koordinator pendamping PKH jhoni dan staf lainnya . ( P/SR )

by : Rm Dodi Zulfikri. id.