Pertanyakan Tindak Lanjut LAPDU Dugaan Hilangnya Lahan 1.700 Ha, Warga Bailangu Dan Bailangu Timur Datangi Kejari Muba.

Faktual News SEKAYU. – Perwakilan warga Desa Bailangu dan Bailangu Timur Kecamatan Sekayu mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (KEJARI) Musi Banyuasin (MUBA).

Mereka menanyakan tindak lanjut Laporan Pengaduan (LAPDU) Masyarakat yang  di sampaikan  pada hari Senin 7 Agustus 2023 terkait dua hal yaitu Dugaan penggelapan surat berharga (Rekening dan ATM Bank Sumsel Babel ) Milik warga Bailangu yang dibuat pada bulan Nopember 2022 dan dipungut biaya sebesar Rp. 60.000,- Per KK sampai saat ini belum warga  terima dan dugaan kehilangan tanah desa (Pacung Alas) Seluas lebih kurang 1700 Ha yang diduga di jual oleh oknum-oknum Mafia tanah dan mafia lahan di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Kami mendatangi Kejaksaan negeri untuk menanyakan tindak lanjut LAPDU yang kami sampaikan beberapa hari yang lalu,” tutur Boni didampingi enam perwakilan warga  lainnya kepada wartawan, Selasa (15/8/2023).

Menurutnya, hal ini penting untuk melakukan pengawalan dan memberikan informasi-informasi terkait permasalahan disampaikan dalam LAPDU itu agar pihak Kejari Muba dapat secepatnya mengusut hal tersebut secara transparan dan profesional. 

“Kita kawal terus LAPDU ke Kejari Muba ini  agar semuanya berjalan sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Kedatangan perwakilan masyarakat Bailangu dan Bailangu Timur di terima langsung oleh Alberto salah seorang  personil Seksi Intelijen  Kejari Muba.

Dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat Bailangu dan Bailangu  Timur pihak Kejari Muba menyampaikan bahwasanya Laporan Pengaduan Masyarakat  tersebut telah di registrasi dan sedang dalam proses  Verifikasi  dan setelah itu dilakukan pengkajian secara mendalam untuk di tindak lanjuti

dengan memanggil semua pihak terkait. (Tim AWDI Muba)