Polimik Pj Bupati Muara Enim Terus Berkelanjutan

Muara Enim, Faktualnews.id – Ada nada ancaman oleh PJ Bupati Muara Enim terkait konfirmasi dari media televisi PALTV palembang terkait pengaduan masyarakat terhadap laporan dugaan korupsi di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2021 yang pada saat itu sedang dijabat oleh Ahmad Rizali yang sekarang PJ bupati Muara Enim (01/02).
Hal ini tentu sangat disayangkan oleh beberapa orang tokoh pemuda di Muara Enim, salah satunya Dedi Herman. Beliau menganggap pernyataan PJ Bupati Muara Enim pada saat dimintai tanggapan oleh wartawan media televisi PALTV mengeluarkan pernyataan “aku gaweke” yang jika dimaknai adalah sebuah ancaman terhadap pelapor ketua KPKN Sumsel Dodo Arman.
“Kami sangat kecewa dan menyayangkan statmen PJ Bupati Muara Enim pada media televisi PALTV ada nada ancaman terhadap Dodo Arman (Ketua KPKN Sumsel red) sebagai pelapor, seharusnya itu tidak perlu mengingat beliau adalah pejabat publik yang harus memberikan contoh teladan baik kepada rakyatnya terlepas dari benar atau salahnya dalam kasus ini”. Katanya ketika ditanya melalui sambungan seluler.
Senada dengan Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kjnerja Pemerintah (DPW LP2KP) Sumsel juga menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh seorang pejabat publik. Harusnya hal-hal demikian ditanggapi dengan kepala dingin dan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai proses hukum. Ada banyak tugas yang harusnya dikerjakan oleh PJ Bupati seperti pengesahan APBD yang masih tertunda, mengurangi stunting, menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain sebagaimana amanah yang diemban beliau sekarang.
“Ada hal yang sangat kami sayangkan yang keluar dari pernyataan seorang pejabat publik berupa ancaman terhadap kontrol sosial, harusnya PJ Bupati menanggapi santai dengan kepala dingin persoalan ini mengingat ada tugas pokok yang diamanahkan kepada beliau di kabupaten Muara Enim, bagaimana seharusnya APBD 2024 untuk segera disahkan, bagaimana menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan dan lainnya.
“Bahkan dengan adanya nada ancaman seperti itu menimbulkan persepsi masyarakat apakah PJ Bupati antik kritik atau sedang dalam keadaan pan
ik” Pungkasnya.

rill/ Dedi Ar