Example 728x250

Terindakasi , SMAN 1 Pangkalan Lampam Alergi Terhadap Wartawan.

Faktual News OKI, Sumsel .

Diduga ada yang dirahasiakan dari wartawan sampai Kepala sekolah dan juga para guru menutup diri untuk bertemu dengan awak media yang sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. Hal ini di alami ketika akan bertamu dengan kepsek SMA N 1 Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komring Ilir (OKI) Provinsi Sumsel. Rabu (23/08/2023).

Semestinya kalau tidak ada kesalahan kenapa harus risih, wartawan bukan musuh yang harus ditakuti. Dengan adanya kejadian pihak sekolah tidak mau membukakan pagar sekolah saat didatangi wartawan pada hari ini, maka kuat dugaan di sekolah ini ada yang disembunyikan.

Seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya dituntut propesional dan selalu berpedoman dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang Undang Pers No.40 tahun 1999. Apalagi sampai menghalangi tugas Pers untuk melakukan konfirmasi, yang menghalangi tersebut dapat dikenakan sanksi.

Dalam Undang Undang Pers No.40 tahun 1999 yang tertuang dalam Pasal 16 ayat 1 berbunyi, Barang siapa menghalangi tugas Pers dapat dituntut pidana 2 tahun penjara atau denda Rp 500 juta rupiah.

Salah satu awak media yang berkunjung di sekolah tersebut bersama rekan sangat kecewa dengan ulah pihak sekolah SMA N 1 Pangkalan Lampam, bukannya membukakan pintu pagar. Tapi malah mengatakan tidak ada Kepala Sekolah maupun Wakil kepala sekolah.

“Awak media yang berkunjung menanyakan keberadaan kepala sekolah ia mengatakan tidak ada orang sama sekali, kepala sekolah tidak ada dan wakil juga tidak ada, saya hanya guru biasa sembari berdiri didalam pagar sekolah,” kata jhoni menirukan kata kata Oknum guru tersebut.  

Jhoni melanjutkan, bahwa kedatangannya bersama rekan bertujuan untuk bersilaturahmi dengan pihak sekolah, bukannya untuk membuat keresahan.

“Dengan adanya hal ini, maka kuat dugaan kami, kalau di sekolah tersebut adanya mark up anggaran dana bos ataupun adanya pungutan liar, sebab kalau tidak ada kesalahan kenapa tidak memperbolehkan kami masuk,” terangnya.

Hingga berita ini ditayangkan ,awak media masih berupaya melakukan konfirmasi dan menunggu sampai ada etikat baik dari kepsek . (Ruslan)