Example 728x250

Wow !!! Diduga Adanya Kongkalikong Pihak Audit Internal dilingkup PTBA

Tanjung Enim, faktual.news — Perusahaan tambang batu bara bukit asam dengan segudang penghargaan dari berbagai pihak di dapat kan sehingga siapa pun melihat dan mendengar nya akan terpukau dengan predikat dan prestasi yang di peroleh .

 

Dengan adanya beberapa predikat dan penghargaan di dapat oleh managemen PTBA itu di anggap prestasi dan pencapaian kerja yang baik,Akan tetapi apa yang di dengar dan di lihat dari berbagai media yang beredar bertolak belakang apa yang ada menurut tuturan dari salah satu tokoh pemuda Muara enim Bung Junizar.

 

PTBA adalah salah satu perusahaan BUMN terbesar di indonesia, PTBA merupakan Group MIND ID yang bergerak dibidang pertambangan, di dalam ruang lingkup PTBA saat ini banyak proyek-proyek besar yang terindikasi diduga tidak transparansi dalam penggunaan anggaran yang telah dikeluarkan, sebagaimana kita lihat saat ini menjadikan Tanjung enim sebagai Kota wisata. Tapi kenyataannya anggaran yang dikeluarkan sudah besar pembangunan tidak sesuai apa yang diharapkan masyarakat cendrung kurang perawatan, Ucap nya.

 

Masih kata junizar, audit yang di lakukan oleh pihak internal di duga kuat adanya dugaan kongkalikong sehingga audit internal hendak nya benar benar melaksanakan tugas nya sebagai pungsi pengawasan keuangan perusahaan negara.

 

Lebih lanjut audit external yang di lakukan BPK hendak nya benar benar amanah sehingga publik tidak berasumsi negatip di setiap proyek besar PTBA, tegas nya.

 

Saat di konfirmasi via WhatsApp-ke No sekper dan Humas mengenai sumber proyek anggaran lokasi wisata Musium batubara dan WATERPARK pihak managemen PTBA pilih bungkam hanya centang biru ada apa ini,sehingga untuk mempertanyakan lebih jauh lagi pantas atau tidak nya anggaran proyek tersebut mengalami masalah.

 

Undang-undang No 14 tahun 2008 jelas dan tegas mengatur tentang keterbukaan informasi publik yang berlaku untuk perusahaan atau lingkup pemerintah yang menggunakan anggaran negara tapi PTBA sepertinya mengabai hal tersebut.

 

Adanya ketidak Patuhan yang di lakukan managemen PTBA dengan tidak menjawab konfirmasi dari wartawan selaku kontrol sosial dan pengawal kebijakan pemerintah hal ini mencerminkan adanya kurang transfaransi penggunaan anggaran, di khawatirkan publik berasumsi negatip dan menimbulkan polimik tak sedap khusus nya berkaitan dengan penggunaan anggaran kegiatan di lingkup PTBA.

 

Lain dari itu publik juga mempertanyakan gagal nya proyek pembuat tan bandara pesawat terbang yang heboh di tahun 2019 silam dengan anggaran ratusan miliyar,bahkan sudah ada pengerjaan jalan dan pemesanan tiang pancang sehingga sudah ada dugaan kerugian negara jika proyek tersebut benar benar gagal dan tidak di lanjutkan.

 

Padahal perusahaan PTBA sudah ada pengalaman sebelum nya bukan bahan coba coba karena bukan duit pribadi melainkan duit negara sekira tahun 2013-2014 gagal nya proyek pembuatan jembatan rel kereta pengangkut batubara yang sudah menghabiskan miliyaran rupiah.

 

Masyarakat berharap kedepan nya PTBA selaku perusahaan negara lebih bisa profesional lagi dengan orang orang mempunyai SDM yang mumpuni sehingga benar benar membantu keuangan negara. (Red)